Keistimewaan Bukit Sina \

''Demi buah tin dan zaitun. Demi (Bukit) Thursina. Dan, demi negeri yang aman ini.'' (Attin ayat 1-3).
Tiga ayat di atas merupakan sumpah Allah SWT. Kalimat atau kata-kata sumpah Allah juga terdapat pada beberapa surah dan ayat lain dalam Alquran.
Memahami ayat tersebut, ternyata tidaklah mudah. Berbagai pertanyaan muncul mengenai sumpah Allah tersebut. Apa keistimewaan buah tin dan buah zaitun, di mana sesungguhnya keberadaan Thursina, dan di mana negeri yang aman itu.
Sejumlah ahli tafsir pun berbeda pendapat dalam menafsirkan ketiga ayat di atas, misalnya Thursina. Hampir semua ahli tafsir menyepakati bahwa Bukit Thursina adalah bukit saat Musa menerima wahyu dari Allah. Namun, mereka berbeda pendapat dalam memutuskan letak Bukit Thursina tersebut. Setidaknya, ada tiga versi tentang Bukit Thursina.
Versi Pertama
Sejumlah ahli tafsir meyakini bahwa Bukit Thursina sebagaimana disebutkan dalam surah Attin berada di wilayah Mesir yang lokasinya berada di Gunung Munajah, di sisi Gunung Musa. Lokasi ini dikaitkan dengan keberadaan Semenanjung Sinai. Pendapat ini didukung oleh Sayyid Quthb dalam tafsirnya Fi Zhilal al-Qur'an. Menurut Quthb, Thursina atau Sinai itu adalah gunung tempat Musa dipanggil berdialog dengan Allah SWT.
Dalam versi ini pula, banyak pihak yang meyakini bahwa daerah Mesir adalah tempat yang disebutkan sebagai Thursina. Sebab, di daerah ini, terdapat sebuah patung anak lembu. Peristiwa ini dikaitkan dengan perbuatan Samiri, salah seorang pengikut Nabi Musa yang berkhianat.
Dalam surah Al-A'raf ayat 148, disebutkan bahwa ''Kaum Musa, setelah kepergian (Musa ke Gunung Sinai), mereka membuat patung anak sapi yang bertubuh dan dapat melenguh (bersuara) dari perhiasan (emas). Apakah mereka tidak mengetahui bahwa (patung) anak sapi itu tidak dapat berbicara dengan mereka dan tidak dapat (pula) menunjukkan jalan kepada mereka? Mereka menjadikannya (sebagai sembahan). Mereka adalah orang-orang yang zalim.''
Ketika kaum Bani Israil keluar dari tanah Mesir, mereka banyak membawa perhiasan masyarakat Mesir (berupa emas dan perak). Para wanita Bani Israil telah meminjamnya dari mereka untuk dipakai sebagai hiasan. Perhiasan tersebut dibawa ketika Allah memerintahkan mereka keluar dari Mesir. Mereka kemudian melepaskan perhiasan tersebut karena diharamkan. Setelah Musa pergi ke tempat perjumpaan dengan Rabb-nya, Samiri mengambil perhiasan itu dan menjadikannya sebagai patung anak lembu yang bisa mengeluarkan suara melenguh jika angin masuk ke dalamnya. Mungkin, segenggam tanah yang dia ambil dari jejak utusan (Jibril) membuat patung anak lembu tersebut dapat melenguh.
Sementara itu, dalam Kitab Perjanjian Lama, disebutkan bahwa ''Ketika bangsa itu melihat Musa sangat lambat saat turun dari gunung, mereka lalu berkumpul mengelilingi Harun dan berkata, 'Buatkanlah tuhan yang dapat berjalan di hadapan kami. Sebab, Musa ini orang yang telah memimpin kami keluar dari Mesir. Kami tidak tahu apa yang terjadi dengannya.' Harun kemudian berkata kepada mereka, 'Lepaskan dan serahkanlah kepadaku anting-anting emas yang ada pada istri, putra, dan putri kalian.' Seluruh bangsa itu pun menanggalkan anting-anting emas dan menyerahkannya kepada Harun. Harun menerima perhiasan-perhiasan itu. Dia lalu melelehkan dan menuangkannya ke patung yang bergambar anak lembu.
Mereka kemudian berkata, 'Hai Israil, inilah tuhan-tuhanmu yang telah mengeluarkan kalian dari negeri Mesir.'' (Kitab Keluaran ayat 2-5). Dalam kisah yang disebutkan pada Kitab Perjanjian Lama, tampak Harun telah berbuat salah. Sebaliknya, Alquran justru membebaskan Harun dari perbuatan yang dituduhkan tersebut.
Karena itu, menurut sebagian ahli tafsir, Thursina terletak di Sinai. Inilah versi pertama. Menurut Sami bin Abdullah al-Maghluts, dalam bukunya Atlas Sejarah Nabi dan Rasul, pendapat pertama yang mengatakan Thursina berada di wilayah Mesir sangat lemah. Sebab, perkataan itu hanya mengandung kekeliruan pemahaman yang diidentikkan dengan kata 'Sinai'.
''Siapa yang bisa memastikan bahwa yang dimaksud Allah SWT dengan Thursina itu adalah Sinai, Mesir? Sekiranya memang benar demikian, tentunya Allah SWT tidak mengatakan Siniin jika maksudnya Sinai.
Versi Kedua
Mengutip pendapat Muhammad bin Abdul Mun'im al-Himyari, dalam bukunya Al-Raudh al-Mi'thar fi Khabari al-Aqthar, Syauqi Abu Khalil dalam Atlas Hadis, menyatakan bahwa Thursina adalah bukit yang terletak di barat daya negeri Syam. Di sini, Allah SWT berbicara secara langsung dengan Nabi Musa AS.
Sementara itu, dalam al-Qamus al-Islam, kata 'Thursina' adalah gunung yang tandus atau gersang. Nama bukit ThurSina disebutkan dalam Alquran sebagaimana surah Attin ayat 1 dan surah Almu'minun ayat 20. Ar-Razi dalam tafsirnya menyebutkan, banyak dalil yang menguatkan pendapat bahwa yang dimaksud Thuur Siniin adalah bukit di Baitul Maqdis.
Di antara pendapat yang disebutkan Ar-Razi adalah mufassir seperti Qatadah dan al-Kalibi yang menyatakan kata Thuur Siniin (Sinai) adalah bukit yang berpepohonan dan berbuah-buahan. pakah ini adalah Sinai, Mesir? ''Kalau memang ya, tentu tak seorang pun yang membantahnya,'' kata Sami.
Menurut Sami, justru yang dimaksud dalam ayat itu adalah Thur Sina, bukit di Baitul Maqdis dan Balad al-Amin adalah Makkah. Berikut argumentasinya. Allah berfirman, ''Dan, pohon kayu yang keluar dari Thursina (pohon zaitun) yang menghasilkan minyak dan menjadi makanan bagi orang-orang yang makan.'' (Almu'minun ayat 20).
Ayat ini, kata Sami, mengikat dan menghimpun dengan kuat antara 'Thursina' dan hasil bumi serta tumbuh-tumbuhan penghasil minyak bagi orang yang makan. Sementara itu, lanjutnya, di Sinai (Mesir) tidak ada pohon zaitun yang mampu menghasilkan buah, apalagi mengeluarkan minyak.
Menurut dia, ayat 20 surah Almu'minun dan ayat 1-3 surah Attin itu justru merujuk pada tanah suci di Palestina. Di Palestina, jelas Sami, terdapat banyak pohon zaitun yang terus berproduksi di sepanjang tahun sehingga penduduk di sekitar Baitul Maqdis menamakannya dengan ''Bukit Zaitun'' dan Allah SWT telah berseru kepada Musa di tempat yang diberkahi di sisi bukit.
''Maka, tatkala Musa sampai ke (tempat) api, diserulah Dia (arah) pinggir lembah yang sebelah kanan(nya) pada tempat yang diberkahi dari sebatang pohon kayu." (Alqashash ayat 30).
Hal yang sama juga diungkapkan Ustaz Shalahuddin Ibrahim Abu 'Arafah, seorang ulama asal Palestina. Menurutnya, Bukit Thursina adalah tempat yang diberkahi. Dan, tempat yang diberkahi itu adalah Palestina sebagaimana surah Al-Isra ayat 1 yang menceritakan peristiwa Isra dan Mi'raj Nabi Muhammad SAW.
Keterangan ini makin diperkuat lagi dengan ayat 6 surah Annaziat dan ayat 21 surah Almaidah. ''Tatkala Tuhannya memanggilnya di lembah suci, yaitu Lembah Thuwa.'' (Annaziat: 6). ''Hai kaumku, masuklah ke tanah Suci (Palestina) yang telah ditentukan Allah bagimu.'' (Almaidah: 21).
Lembah suci itu, jelas Sami, hanya ada dua, yaitu Makkah dan Palestina. ''Karena itu, kita tidak boleh memalingkan maknanya kepada yang lain tanpa bukti dan keterangan,'' jelasnya.
Merujuk pada hadis Rasulullah SAW yang menyatakan fitnah Dajjal dan Isa bin Maryam bahwa Allah SWT akan memberi wahyu kepada Isa bin Maryam sesudah dia membunuh Dajjal di gerbang Lod di Baitul Maqdis, ''Bawalah hamba-hamba-Ku berlindung ke bukit.''
Para ulama menyepakati bahwa konteks hadis itu adalah Baitul Maqdis, bukan Sinai, Mesir. Apalagi, terdapat peristiwa Nabi Musa AS menerima wahyu saat keluar dari Mesir akibat kejaran Firaun. Karena itu, pendapat ini menegaskan bahwa yang dimaksud Thursina itu sudah berada di luar Mesir.
Seperti diketahui, Semenanjung Sinai merupakan wilayah yang sangat luas, yaitu mencapai 9.400 km persegi dengan panjang sekitar 130 km. Dan, sisi pertamanya adalah Teluk Aqabah dengan panjang 100 km. Di sisi keduanya adalah Teluk Suez dengan panjang 150 km. Sedangkan, gunung tertinggi di semenanjung Sinai adalah Gunung Katrina (2.637 m).
''Demi buah tin dan zaitun. Demi (Bukit) Thursina. Dan, demi negeri yang aman ini.'' (Attin ayat 1-3).
Tiga ayat di atas merupakan sumpah Allah SWT. Kalimat atau kata-kata sumpah Allah juga terdapat pada beberapa surah dan ayat lain dalam Alquran.
Memahami ayat tersebut, ternyata tidaklah mudah. Berbagai pertanyaan muncul mengenai sumpah Allah tersebut. Apa keistimewaan buah tin dan buah zaitun, di mana sesungguhnya keberadaan Thursina, dan di mana negeri yang aman itu.
Sejumlah ahli tafsir pun berbeda pendapat dalam menafsirkan ketiga ayat di atas, misalnya Thursina. Hampir semua ahli tafsir menyepakati bahwa Bukit Thursina adalah bukit saat Musa menerima wahyu dari Allah. Namun, mereka berbeda pendapat dalam memutuskan letak Bukit Thursina tersebut. Setidaknya, ada tiga versi tentang Bukit Thursina.
Versi Pertama
Sejumlah ahli tafsir meyakini bahwa Bukit Thursina sebagaimana disebutkan dalam surah Attin berada di wilayah Mesir yang lokasinya berada di Gunung Munajah, di sisi Gunung Musa. Lokasi ini dikaitkan dengan keberadaan Semenanjung Sinai. Pendapat ini didukung oleh Sayyid Quthb dalam tafsirnya Fi Zhilal al-Qur'an. Menurut Quthb, Thursina atau Sinai itu adalah gunung tempat Musa dipanggil berdialog dengan Allah SWT.
Dalam versi ini pula, banyak pihak yang meyakini bahwa daerah Mesir adalah tempat yang disebutkan sebagai Thursina. Sebab, di daerah ini, terdapat sebuah patung anak lembu. Peristiwa ini dikaitkan dengan perbuatan Samiri, salah seorang pengikut Nabi Musa yang berkhianat.
Dalam surah Al-A'raf ayat 148, disebutkan bahwa ''Kaum Musa, setelah kepergian (Musa ke Gunung Sinai), mereka membuat patung anak sapi yang bertubuh dan dapat melenguh (bersuara) dari perhiasan (emas). Apakah mereka tidak mengetahui bahwa (patung) anak sapi itu tidak dapat berbicara dengan mereka dan tidak dapat (pula) menunjukkan jalan kepada mereka? Mereka menjadikannya (sebagai sembahan). Mereka adalah orang-orang yang zalim.''
Ketika kaum Bani Israil keluar dari tanah Mesir, mereka banyak membawa perhiasan masyarakat Mesir (berupa emas dan perak). Para wanita Bani Israil telah meminjamnya dari mereka untuk dipakai sebagai hiasan. Perhiasan tersebut dibawa ketika Allah memerintahkan mereka keluar dari Mesir. Mereka kemudian melepaskan perhiasan tersebut karena diharamkan. Setelah Musa pergi ke tempat perjumpaan dengan Rabb-nya, Samiri mengambil perhiasan itu dan menjadikannya sebagai patung anak lembu yang bisa mengeluarkan suara melenguh jika angin masuk ke dalamnya. Mungkin, segenggam tanah yang dia ambil dari jejak utusan (Jibril) membuat patung anak lembu tersebut dapat melenguh.
Sementara itu, dalam Kitab Perjanjian Lama, disebutkan bahwa ''Ketika bangsa itu melihat Musa sangat lambat saat turun dari gunung, mereka lalu berkumpul mengelilingi Harun dan berkata, 'Buatkanlah tuhan yang dapat berjalan di hadapan kami. Sebab, Musa ini orang yang telah memimpin kami keluar dari Mesir. Kami tidak tahu apa yang terjadi dengannya.' Harun kemudian berkata kepada mereka, 'Lepaskan dan serahkanlah kepadaku anting-anting emas yang ada pada istri, putra, dan putri kalian.' Seluruh bangsa itu pun menanggalkan anting-anting emas dan menyerahkannya kepada Harun. Harun menerima perhiasan-perhiasan itu. Dia lalu melelehkan dan menuangkannya ke patung yang bergambar anak lembu.
Mereka kemudian berkata, 'Hai Israil, inilah tuhan-tuhanmu yang telah mengeluarkan kalian dari negeri Mesir.'' (Kitab Keluaran ayat 2-5). Dalam kisah yang disebutkan pada Kitab Perjanjian Lama, tampak Harun telah berbuat salah. Sebaliknya, Alquran justru membebaskan Harun dari perbuatan yang dituduhkan tersebut.
Karena itu, menurut sebagian ahli tafsir, Thursina terletak di Sinai. Inilah versi pertama. Menurut Sami bin Abdullah al-Maghluts, dalam bukunya Atlas Sejarah Nabi dan Rasul, pendapat pertama yang mengatakan Thursina berada di wilayah Mesir sangat lemah. Sebab, perkataan itu hanya mengandung kekeliruan pemahaman yang diidentikkan dengan kata 'Sinai'.
''Siapa yang bisa memastikan bahwa yang dimaksud Allah SWT dengan Thursina itu adalah Sinai, Mesir? Sekiranya memang benar demikian, tentunya Allah SWT tidak mengatakan Siniin jika maksudnya Sinai.
Versi Kedua
Mengutip pendapat Muhammad bin Abdul Mun'im al-Himyari, dalam bukunya Al-Raudh al-Mi'thar fi Khabari al-Aqthar, Syauqi Abu Khalil dalam Atlas Hadis, menyatakan bahwa Thursina adalah bukit yang terletak di barat daya negeri Syam. Di sini, Allah SWT berbicara secara langsung dengan Nabi Musa AS.
Sementara itu, dalam al-Qamus al-Islam, kata 'Thursina' adalah gunung yang tandus atau gersang. Nama bukit ThurSina disebutkan dalam Alquran sebagaimana surah Attin ayat 1 dan surah Almu'minun ayat 20. Ar-Razi dalam tafsirnya menyebutkan, banyak dalil yang menguatkan pendapat bahwa yang dimaksud Thuur Siniin adalah bukit di Baitul Maqdis.
Di antara pendapat yang disebutkan Ar-Razi adalah mufassir seperti Qatadah dan al-Kalibi yang menyatakan kata Thuur Siniin (Sinai) adalah bukit yang berpepohonan dan berbuah-buahan. pakah ini adalah Sinai, Mesir? ''Kalau memang ya, tentu tak seorang pun yang membantahnya,'' kata Sami.
Menurut Sami, justru yang dimaksud dalam ayat itu adalah Thur Sina, bukit di Baitul Maqdis dan Balad al-Amin adalah Makkah. Berikut argumentasinya. Allah berfirman, ''Dan, pohon kayu yang keluar dari Thursina (pohon zaitun) yang menghasilkan minyak dan menjadi makanan bagi orang-orang yang makan.'' (Almu'minun ayat 20).
Ayat ini, kata Sami, mengikat dan menghimpun dengan kuat antara 'Thursina' dan hasil bumi serta tumbuh-tumbuhan penghasil minyak bagi orang yang makan. Sementara itu, lanjutnya, di Sinai (Mesir) tidak ada pohon zaitun yang mampu menghasilkan buah, apalagi mengeluarkan minyak.
Menurut dia, ayat 20 surah Almu'minun dan ayat 1-3 surah Attin itu justru merujuk pada tanah suci di Palestina. Di Palestina, jelas Sami, terdapat banyak pohon zaitun yang terus berproduksi di sepanjang tahun sehingga penduduk di sekitar Baitul Maqdis menamakannya dengan ''Bukit Zaitun'' dan Allah SWT telah berseru kepada Musa di tempat yang diberkahi di sisi bukit.
''Maka, tatkala Musa sampai ke (tempat) api, diserulah Dia (arah) pinggir lembah yang sebelah kanan(nya) pada tempat yang diberkahi dari sebatang pohon kayu." (Alqashash ayat 30).
Hal yang sama juga diungkapkan Ustaz Shalahuddin Ibrahim Abu 'Arafah, seorang ulama asal Palestina. Menurutnya, Bukit Thursina adalah tempat yang diberkahi. Dan, tempat yang diberkahi itu adalah Palestina sebagaimana surah Al-Isra ayat 1 yang menceritakan peristiwa Isra dan Mi'raj Nabi Muhammad SAW.
Keterangan ini makin diperkuat lagi dengan ayat 6 surah Annaziat dan ayat 21 surah Almaidah. ''Tatkala Tuhannya memanggilnya di lembah suci, yaitu Lembah Thuwa.'' (Annaziat: 6). ''Hai kaumku, masuklah ke tanah Suci (Palestina) yang telah ditentukan Allah bagimu.'' (Almaidah: 21).
Lembah suci itu, jelas Sami, hanya ada dua, yaitu Makkah dan Palestina. ''Karena itu, kita tidak boleh memalingkan maknanya kepada yang lain tanpa bukti dan keterangan,'' jelasnya.
Merujuk pada hadis Rasulullah SAW yang menyatakan fitnah Dajjal dan Isa bin Maryam bahwa Allah SWT akan memberi wahyu kepada Isa bin Maryam sesudah dia membunuh Dajjal di gerbang Lod di Baitul Maqdis, ''Bawalah hamba-hamba-Ku berlindung ke bukit.''
Para ulama menyepakati bahwa konteks hadis itu adalah Baitul Maqdis, bukan Sinai, Mesir. Apalagi, terdapat peristiwa Nabi Musa AS menerima wahyu saat keluar dari Mesir akibat kejaran Firaun. Karena itu, pendapat ini menegaskan bahwa yang dimaksud Thursina itu sudah berada di luar Mesir.

Seperti diketahui, Semenanjung Sinai merupakan wilayah yang sangat luas, yaitu mencapai 9.400 km persegi dengan panjang sekitar 130 km. Dan, sisi pertamanya adalah Teluk Aqabah dengan panjang 100 km. Di sisi keduanya adalah Teluk Suez dengan panjang 150 km. Sedangkan, gunung tertinggi di semenanjung Sinai adalah Gunung Katrina (2.637 m).
Keisitimewaan Makkah
                  
Makkah merupakan tempat yang dimuliakan dan disucikan oleh Allah SWT. Buktinya adalah seringnya kata Makkah disebut-sebut dalam al-Qur’an dan hadits Rasulullah. Kata Makkah sering disebut-sebut dalam Al Qur’an dengan redaksi yang berbeda-beda. Jika sesuatu sering disebut dengan beraneka nama, hal ini megisaratkan bahwa tempat atau nama tersebut memilki nilai tinggi serta mulia bahkan mempunyai keistimewaan yang tidak dimiliki lainnya.
Misalkan kata pedang dalam bahasa Arab disebut Saif, Muhannad, Sorim, Silah, Battar dan lain-lain yang kesemuanya mempunyai makna yang sama yaitu pedang. Begitu juga kata harimau dalam bahasa Arab disebut Asad, Usama, Haidar, Laits, Fahad dan lain-lain, yang kesemuanya bermakna satu yaitu singa. Pedang dan harimau mempunyai banyak padanan kata karena dua kata itu dianggap memiliki kehebatan dan keistimewaan.
Dalam literatur Islam, sejak zaman jahiliyah kuno sampai saat ini banyak sekali orang Arab memberi nama putra-putranya dengan nama Usama, Fahad, Laits, dengan maksud bila nama-nama ini disebut, kabilah-kabilah lain yang mendengarnya akan merasa gentar dan ketakutan. Sebab Fahd, Usamah dan Laits merupakan binatang yang sangat hebat dan kuat bahkan menakutkan.
Nama-Nama Tanah Suci Makkah
  1.     Makkah
Tanah Haram Makkah adalah salah satu kota suci yang sering disebut oleh Al-Qur’an dan hadits. Makkah adalah nama yang sering disebut serta akrab ditelingga umat islam, Allah SWT dalam Al qur’an QS, Al Fath 23 yang berbunyi :” Artinya “Dan Dia-lah yang menahan tangan mereka dari (membinasakan) kamu dan (menahan) tangan kamu dari (membinasakan) mereka di tengah kota Mekah sesudah Allah memenangkan kamu atas mereka, dan adalah Allah Maha melihat apa yang kamu kerjakan.
  2.    Bakkah
Makkah disebut juga dengan Bakkah yang berarti tunduk, nama ini mengisaratkan pada tempat yang penuh dengan barokah berdasarkan Al Qur’an (QS al-An’am: 92)”Artinya “
Sesungguhnya rumah yang mula-mula dibangun untuk (tempat beribadat) manusia, ialah Baitullah yang di Bakkah (Makkah) yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi semua manusia.
Dalam literatur islam, yang di maksud Bakkah adalah siapa pun yang datang ke Makkah akan tunduk dengan keagungan Ka’bah.
  3.    Umm Al Qura.
Dalam ayat lain Makkah juga disebut Umm al-Qura, bahkan nama ini dijadikan nama Universitas “ Umm Al Qura University”. Kampus ini sangat terkenal dan tidak asing, letaknya di Al Aziziyah dan dikembangkan di Abidiyah. Nama Umm Al Qura bersumber dari Aq Qur’an (QS al-An’am: 92 ) yang berbunyi;”
Dan ini (Al Quran) adalah kitab yang telah Kami turunkan yang diberkahi; membenarkan Kitab-Kitab yang (diturunkan) sebelumnya dan agar kamu memberi peringatan kepada (penduduk) Ummul Qura (Mekah) dan orang-orang yang di luar lingkungannya. orang-orang yang beriman kepada adanya kehidupan akhirat tentu beriman kepadanya (Al Quran) dan mereka selalu memelihara sholatnya.Dinamakan Umm Al qura, karena memiliki kemulyaan (lebih mulya dan utama) dari pada tempat lain serta lebih dicintai Allah SWT dan Rosulullah SAW.
  4.    Al Baladul Amin
Allah SWT juga menyebut tanah Haram dengan Al Balad Al Amin, ini tertuang dalam surat Al-Balad, bahkan Allah bersumpah dengan ‘’Al Balad” berdasarkan QS-Al Tin yang berbunyi” Artinya “
Demi (buah) Tin dan (buah) Zaitun. Demi bukit Sinai. Dan demi kota (Makkah) ini yang aman.
Surat ini mengisaratkan keistimewaan yang dimiliki kota Makkah, karena Allah telah bersumpah dengannya.
  5.    Al Baldah.
Allah menyebut kota Makkah dengan Al Baldah, berdasarkan QS, An-Naml 91 yang berbunyi”Artinya”Aku hanya diperintahkan untuk menyembah Tuhan negeri ini (Makkah) yang telah menjadikannya suci dan kepunyaan-Nya-lah segala sesuatu, dan aku diperintahkan supaya aku Termasuk orang-orang yang berserah diri.
Nama-nama diatas adalah nama yang disebutkan didalam Al qur’an, masih banyak lagi nama yang belum disebutkan. Banyaknya sebutan untuk Makkah dalam al-Qur'an ini juga menunjukan banyaknya keistimewaan dan keutamaan yang dimilikinya.
Satu lagi keistimewaan Makkah Al-Mukarramah yang tidak dimiliki oleh tempat lain yaitu bahwa Makkah menjadi tempat kelahiran makhluk yang paling mulia diantara makhluk lainya. Dialah Muhammad, Rasulullah SAW, sebagai Nabi dan utusan terakhir yang membawa risalah besar untuk jin dan manusia serta sebagai rahmat bagi sekalian alam (rahmatan lil ‘alamin).
Selain itu, Makkah menjadi tempat turunnya wahyu (al-Qur'an). Allah juga memilih Makkah sebagai tempat istimewa dalam penanaman akidah serta perjuangan Nabi selama tiga belas tahun dalam mendidik para sahabatnya sehingga menjadi generasi pertama Islam di bawah bimbingan Rasulullah SAW.
Allah SWT mengistimewakan Makkah tidak hanya dengan keberadaan Rasulullah SAW di sana, tetapi juga keberadaan kuil tua yang berumur ribuan tahun yang berdiri kokoh dan berwibawa yaitu Ka’bah al-Musyarrafah. Manusia setiap tahun menziarahinya, jutaan umat manusia siang dan malam dari berbagai penjuru dunia datng mengelilinginya. Dialah, rumah yang pertama kali dibangun di muka bumi ini. Allah SWT meyebutnya Baitullah dalam surat Ali Imran ayat 96.
Makkah dan Baitullah adalah dua nama yang tak terpisahkan. Keduanya terkait dan mempunyai makna yang istimewa serta penuh nuansa historis. Keduanya menjadi tujuan kaum muslimin dari seluruh penjuru dunia yang merindukan dan mengaguminya dengan mengharap ridha Ilahi.
Satu hal lagi keistimewaan Makkah yang tidak ditemukan di tempat lain, yaitu Zam-zam. Mata air ini mengalir sepanjang musim, baik musim hujan, panas, atau dingin. Keberadaannya melengkapi keistimewaan lain kota Makkah selain keberadaan Rasulullah, Ka’bah dan al-Qur'an.
Sungguh sempurna Makkah Al-Mukarramah. Dihiasi dengan Manusia paling sempurna, dibangun Baitullah yang begitu indah dan agung yang dikelilingi malikat, jin dan manusia siang dan malam sepanjang zaman. Tempat diturunkanya wahyu yang dibawa langsung oleh Jibril AS, serta terdapat mata air yang sangat jernih kaya dengan mineral yang memanacar disudut ka’bah. Begitulah Makkah, ia akan selalu suci dan disucikan Allah walupun manusia jauh dari perintah-Nya.
Keistimewaan Makkah tidak hanya pada namanya yang banyak, tetapi Makkah juga mepunyai karateristik yang unik dan menarik serta keistimewaan yang tidak dimiliki tempat lain dimuka bumi ini. 
Beberapa keutamaan Makkah antara lain:
 v  Tempat dibangunnya Baitullah (Ka’bah), dan dibolehkan sholat sunnah diwaktu yang terlarang (HR. Abu   Dawud).
 v  Tempat kelahiran manusia sempurna (utusan Allah) Nabi Muhammad SAW. Kehadiran beliau di muka bumi merubah dunia dari kegelapan menjadi bercahaya dengan sinarnya. Merupakan kewajiban bagi umatnya menziarahi beliau baik yang dekat maupun yang jauh jika mampu.
 v  Tempat yang suci dari orang-orang non-Muslim, karena tidak diperbolehkan bagi non-Muslim masuk ke dalamnya berdasarkan teks yang sangat jelas. Bagi kaum muslimin yang memasukinya harus benar-benar khusyu’, tawadlu’ serta meninggalkan bentuk pakaian dan jabatan serta perhiasan dunia.
 v  Tempat yang aman bagi siapa saja yang memasukinya, dan diharamkankan saling membunuh di dalamnya (perang) atau memasukinya dengan membawa senjata. 
 v  Tempat yang mendapatkan dispensasi bagi orang-orang yang bertaubat, dan mendapatkan pengampunan, serta dilipatgandakan bagi yang beramal sholih.
 v  Satu-satunya tempat yang disyariatkan thawaf (keliling Ka’bah). Thawaf juga termasuk penghapus dosa dan kesalahan dan dicatat sebagai amal kebaikan, bahkan pahalanya diibaratkan memerdekakan budak (Riwayat Al Hakim , Al Mustadrok Ala Al Shohihain).
 v  Allah tidak memerintahkan untuk berkunjung ke mana pun kecuali tiga masjid, yaitu Masjidil Haram, Masjid an-Nabawi, serta Masjidil al-Aqsha (HR. Al Bukhari).
 v  Satu-satunya kiblat umat Islam dari seluruh penjuru dunia dan tidak ada tempat yang diperintahkan untuk melambaikan (mengecup) kecuali Hajar Aswad. Dengan kecupan bisa melunturkan dosa-dosa yang melekat dalam jasad dan hati manusia. (HR. At Tirmidzi)
 v  Makkah juga tempat beribadah yang digandakan semua bentuk ibadah menjadi seratus ribu kali dari yang dilakukan di luar kota Makkah (HR. Al Bukhari).
 v  Tidak dipebolehkan membelakangi Ka’bah ketika buang hajat sebagai tanda keagungan Baitullah al-Haram.

 v  Malaikat selalu menjaga setiap saat, agar tidak disinggahi Dajjal dan pengikutnya.
Keistimewaan Buah Zaitun
"Demi buah tiin dan zaitun. Dan Gunung Tursina". (Surah at Tiin ayat 1 dan 2). Allah telah menyebut di dalam Al Quran berkenaan dengan buah zaitun. Ini menunjukkan buah zaitun juga memiliki banyak keistimewaan tersendiri yang jarang diketahui dan diselidiki. Di dalam Al Quran, buah zaitun disebut sebanyak 7 kali di mana sebanyak 2 kali, ia di sebut bersendirian dan 5 kali lagi ia digambarkan dalam Al Quran bersama dengan buah- buahan lain seperti tamar, delima, anggur dan buah tiin. Gambaran ini menunjukkan betapa banyaknya khasiat buah zaitun sepertimana buah- buahan lain yang mendatangkan kebaikan kepada kehidupan manusia sejagat.
 
Buah zaitun atau nama botaninya dikenali sebagai olea europea ditanam di kawasan Meditranean tetapi tempat penanaman yang paling utama ialah Sepanyol, Turki, Itali, Tunisia dan Morocco. Di dalam surah an Nur ayat 35 juga Allah menyebut tentang buah zaitun yang mana ulama seperti Maulana Majid, Maulana Maudoodi, Maulana Usmani, Maulana Haqqani dan Abdullah Yusuf Ali memberi pentafsiran dan pandangan yang sama merujuk kepada tempat dan taburan penanaman buah zaitun.
Dunia moden pada hari ini, melalui kajian- kajian sains semasa mengiktiraf khasiat buah zaitun. Minyak zaitun mempunyai nilai yang tinggi dalam bidang perubatan. Seandainya minyak zaitun diambil sebagai bahan makanan, ia bertindak sebagai penambah zat makanan, mencuci dan membaik pulih perut dan menjadi penawar racun. Ia akan membantu pesakit gastrik dan juga yang mengalami kegagalan fungsi buah pinggang. Jika minyak zaitun diambil sebagai sapuan luaran, ia bertindak sebagai pelicin dan pelembut kepada kulit yang mengalami ekzema dan psoriasis seterusnya dapat meremajakan kulit. Menurut Tarmizi dan Ibn Majah, Nabi Muhamad SAW bersabda, " Makanlah minyak zaitun, dan sapulah kulitmu dengannya kerana ia datang dari pohon yang diberkati".
Dari sudut pandangan sains pemakanan, minyak zaitun mengandungi asid lemak tidak tepu yang dikelaskan sebagai "monounansaturated" yang mampu merendahkan kolesterol berbahaya di dalam darah. Satu kajian yang telah dijalankan oleh pakar- pakar kesihatan di Institut Sains Kesihatan, Universiti Oxford melihat perkaitan antara kanser dan pemakanan seseorang. Didapati bahawa negara yang mengamalkan pengambilan daging yang kerap dan rendah dalam pengambilan sayur- sayuran mempunyai risiko dan kes penyakit kanser yang tinggi tetapi pengambilan minyak zaitun akan mengurangkan kadar kes tersebut. Dalam Annals of Oncology (10 Januari 2005) menyatakan pakar- pakar sains mendapati diet Meditranean yang kaya dengan minyak zaitun akan mengurangkan risiko seseorang mendapat kanser payudara kerana kandungan ‘oleic acid' yang terdapat didalamnya. Menurut Imam Ibn Qayyim Al Jauziyyah, mutu minyak zaitun adalah bergantung kepada pokok yang mengeluarkannya. Sebagai contoh, jenis yang terbaik adalah minyak zaitun yang dikeluarkan daripada buah yang masak, manakala minyak daripada buah zaitun yang belum masak adalah bersifat sejuk dan kering. Buah zaitun yang telah masak ranum, lebih cenderung menjadi panas dan mengurai. Oleh itu, jika ia diproses menggunakan air akan menjadikannya kurang panas, bertindak dengan lembut dan lebih berkhasiat. Walaubagaimanapun, semua jenis minyak zaitun akan melembutkan kulit serta melambatkan proses penuaan. Di samping itu, minyak zaitun dapat melawan racun di dalam badan dengan bertindak sebagai ‘laxative' dan menyingkirkan cacing di dalam badan.
Melihat kepada keadaan dan tahap kesihatan masyarakat kita sekarang, penyakit jantung yang dikenali sebagai pembunuh secara senyap semakin meningkat. Namun begitu, pengambilan minyak zaitun mungkin dapat mencegahnya kerana ia kaya dengan bahan ‘phenol'. Bahan ini mempunyai bahan antioksidan yang tinggi di samping mampu mencegah proses radang dan pembekuan darah. Oleh itu, pengambilan minyak zaitun amat bermanfaat untuk mencegah seseorang daripada menghidapi penyakit jantung. Di samping itu, mutakhir ini, manfaat minyak zaitun untuk kecantikan seringkali dihebahkan di dada akhbar mahupun media elektronik. Ini kerana, banyak syarikat kosmetik yang menggunakan minyak zaitun sebagai bahan asas ramuan dalam pembuatan barangan kecantikan. Oleh itu, sememangnya kelebihan minyak zaitun tidak dapat dinafikan lagi.
Kelebihan minyak zaitun boleh dilihat dalam situasi yang paling dekat dengan kehidupan kita di mana penggunaannya sebagai minyak masak. Walaupun banyak pendapat mengatakan bahawa makanan yang dimasak atau digoreng menggunakan minyak zaitun tidaklah sesedap makanan yang digoreng dengan menggunakan minyak kelapa sawit, namun ia ada kelebihan tersendiri dari sudut kesihatan. Minyak masak selain yang berasaskan buah zaitun apabila digunakan berulang kali menyebabkan jumlah kolesterol teroksida dan menjadi tepu serta tidak elok untuk kesihatan. Kesannya dapat dilihat apabila minyak tersebut memerangkap sisa makanan dan berubah warna dan bau. Namun berbeza dengan minyak zaitun kerana ia boleh digunakan berulangkali, tidak akan mengalami proses pengoksidaan dan menjadi tepu serta tidak akan berubah dari segi warna dan bau. Setelah makan makanan yang digoreng menggunakan minyak zaitun, perut akan terasa ringan dan puas sehingga seseorang akan berhenti makan sebelum kenyang. Ini adalah kerana kesan daripada penguraian tenaga di hati oleh minyak zaitun yang mempunyai banyak kandungan zat yang bermanfaat.
Oleh itu, tidak dapat disangkal lagi akan keistimewaan buah zaitun yang daripadanya boleh menghasilkan pelbagai jenis barangan dengan teknologi yang ada pada masa kini untuk kegunaan ramai. Sehubungan dengan itu, daripada Abu Hurairah meriwayatkan bahawa Nabi Muhammad SAW pernah bersabda " Ambillah minyak zaitun dan sapulah ke kulitmu. Ia membantu mengubat tujuh puluh (beberapa) penyakit dan juga Juzam (kusta). Dengan ini, tidak hairanlah, ramai yang mengetahui akan kelebihan buah zaitun, memanfaatkannya sebagai bahan untuk kegunaan asas seperti minyak masak, minyak rambut, barangan kecantikan, sabun dan juga dijadikan sebagai makanan tambahan. Justeru, khasiat yang terdapat pada buah zaitun merupakan anugerah Allah ke atas hamba- hambaNya yang amat bernilai untuk dimanfaatkan kerana bukan sahaja buah zaitun disebut di dalam Al Quran, malah pakar- pakar sains dunia juga mengiktiraf akan keistimewaannya.



Keistimewaan Buah Tin
Pohon tin berasal dari tanah Arab dan menjadi kebanggaan bangsa Arab karena diberkahi. Ia dianggap sebagai pohon tertua yang dikenal oleh manusia dalam sejarah kemanusiaan. Di musim kemarau, buah tin dibuat untuk menu makanan yang lezat. Sedang di  musim hujan, buah tin diolah sebagai makanan kering yang sangat diminati.
Tahukah sobat, pohon ini telah digunakan oleh Allah Swt sebagai kata sumpah dalam Al Qur’an yang berbicara tentang hal-hal yang luar biasa. Sumpah Allah tersebut adalah bukti nyata akan pentingnya pohon ini dan menjadi isyarat penting bahwa pohon tersebut memiliki banyak manfaat. Allah Swt berfirman : “Demi (buah) Tin dan (buah) Zaitun, demi bukit Sinai, dan demi kota (Mekkah) ini yang aman. Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya” (QS At-Tin [95]:1-4).
Keistimewaan Pohon Tin :
Pohon tin adalah pohon yang besar, tingginya mencapai lebih dari 10 meter dengan dedaunan yang menjuntai ke bawah. Pohon ini bisa hidup antara 50-70 tahun, bahkan ada yang mencapai usia 100 tahun. Batang pohon tin kokoh dan tidak membelah, meskipun telah berusia tua. Kulit batangnya tebal dengan corak warna yang beragam dari perak hingga abu-abu tua, licin dan sedikit kasar. Akarnya berserabut, bercabang banyak, dalam dan kuat. Inilah yang menjadikan pohon tin dapat tumbuh di tempat-tempat yang sangat kering.
Pohon tin tumbuh dan berbuah di tempat-tempat di mana tumbuhan berbuah lainnya tidak mungkin tumbuh, misalnya di daerah-daerah berbatu, didinding-dinding, di gua-gua maupun di pinggir-pinggir jalan. Kemampuannya untuk beradaptasi dan tumbuh dalam kondisi tanah yang berbeda-beda menjadikan pohon tin mampu tumbuh di mana saja.
Banyak penelitian ilmiah yang telah mengungkap bahwa daun pohon tin yang hijau sebelum gugur dapat dimanfaatkan sebagai makanan ternak dengan cara mengkombinasikan dengan buah-buahan yang segar atau kering. Pohon tin dapat menghasilkan banyak buah. Buah tersebut memiliki rasa yang lezat dan aroma yang harum. Sungguh Allah Swt telah menyediakan semua kebutuhan pokok yang diperlukan tubuh kita dalam buah ini, karena buah ini memiliki vitamin yang lengkap untuk kesehatan manusia, sehingga banyak diolah menjadi makanan siap saji seperti permen atau biasa dikeringkan terutama di bulan Ramadhan.
Berbagai penelitian yang telah dilakukan selama lebih dari 50 tahun menjelaskan bahwa serat-serat yang terkandung dalam  buah tin memiliki manfaat untuk memperlncar aktivitas organ pencernaan, juga bermanfaat untuk mengurangi kemungkinan terkena berbagai jenis kanker. Buah tin juga diindikasikan memiliki peran penting untuk menjaga tubuh dari serangan jantung.
Penelitian lainnya menyebutkan bahwa buah tin kering termasuk buah-buahan yang mengandung komposisi phenol yang tinggi dan dapat dimanfaatkan untuk sterilisasi, karena dapat membunuh bakteri dan virus. Buah tin kering mengandung omega-3 dan omega-6 untuk mengurangi kolesterol, juga dijadikan obat penambah stamina dan vitalitas tubuh bagi para penderita penyakit kronis karena mengandung glukosa lebih banyak daripada buah-buahan lainnya.
Tepat kiranya jika disebutkan bahwa kalsium yang terdapat dalam buah tin sangat tinggi, sehingga buah tin berada di urutan kedua setelah jeruk di antara sekian banyak buah yang mengandung kalsium. Satu kaleng buah tin kering setara dengan sekaleng susu untuk memenuhi kebutuhan kalsium tubuh.
Pemaparan manfaat buah tin ini adalah penjelasan atas luasnya kasih sayang Allah Swt terhadap  makhluk-Nya. Buah tin adalah buah dari surga Allah. Marilah kita memohon kepada Allah Swt agar Dia memasukkan kita ke dalam surga-Nya yang sangat luas dan memberi kita kenikmatan untuk dapat menatap wajah-Nya Yang Mulia.
Kedaulatan Rakyat dalam Sistem Pemerintahan di Indonesia

Pengertian Kedaulatan
Berdaulat asal kata dari daulat dari Bahasa Arab yang berarti kekuasaan. Jadi berdaulat artinya mempunyai kekuasaan. Kata kedaulatan, juga berasal dari Bahasa Latin yaitu supremus artinya yang tertinggi. Dalam masyarakat sering kita mendengar negara berdaulat artinya negara memiliki kekuasaan untuk mengatur rakyatnya tanpa campur tangan negara lain.
Negara Indonesia adalah negara yang berdaulat artinya bangsa Indonesia memiliki kekuasaan tertinggi untuk mengatur kehidupan rakyatnya mencapai masyarakat sejahtera adil dan makmur.
Sebelum Bangsa Indonesia merdeka, tanggal 17 Agustus 1945 penduduk di wilayah Nusantara tidak memiliki kedaulatan, karena kedaulatan berada di bawah kekuasaaan penjajah Belanda dan Jepang. Maka tidak heran pada waktu itu kalau seluruh penduduk dijadikan budak atau pekerja kasar untuk tuannya yakni penjajah Belanda dan Jepang. Mereka tidak memiliki kekuasaan untuk menentukan nasibnya sendiri dan diperlakukan semena-mena. Para penjajah menerapkan kerja paksa (rodi) pada masa Penjajah Belanda dan kerja paksa (romusha) pada masa Penjajah Jepang.
Setelah penduduk Nusantara bangkit melawan penjajah maka terbentuklah pemerintahan Negara Republik Indonesia yang merdeka dan berdaulat. Dengan begitu rakyat Indonesia tidak lagi berada di bawah kekuasaan pemerintah Belanda dan Jepang. Bangsa Indonesia memiliki kekuasaan penuh dan bebas melakukan apa saja untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, untuk mencapai tujuan dan cita-cita hidupnya.
Pengertian Kedaulatan Rakyat
Rakyat adalah orang yang tunduk dan patuh pada suatu pemerintahan negara. Ada pun yang memerintah negara disebut pemerintahan. Sedangkan yang diperintah oleh negara disebut rakyat. Kedaulatan rakyat menunjuk pada gagasan, bahwa yang terbaik dalam masyarakat ialah yang dianggap baik oleh semua orang yang merupakan rakyat dalam suatu negara. Pengertian kedaulatan itu sendiri adalah kekuasaan yang tertinggi dalam suatu Negara. Misalnya kekuasaan dalam membuat undang-undang dan melaksanakannya dengan semua cara yang tersedia. Kedaulatan rakyat dapat berarti pemerintahan dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat. Pemerintahan dari rakyat berarti mereka yang duduk sebagai penyelenggara pemerintahan terdiri atas rakyat itu sendiri dan memperoleh dukungan rakyat. Pemerintahan oleh rakyat mengandung pengertian, bahwa pemerintahan yang ada diselenggarakan dan dilakukan oleh rakyat sendiri baik melalui demokrasi langsung maupun demokrasi perwakilan, yang penerapannya didasarkan kepada undang-undang. Misalnya rakyat memilih wakil rakyat yang akan duduk di Dewan Perwakilan Rakyat(DPR), memilih Presiden dan wakil Presiden yang akan menjadi kepala negara maupun kepala pemerintahan.
Pemerintahan yang menganut kedaulatan rakyat dalam melaksanakan kebijakan harus berdasarkan keinginan rakyat. Penyelenggara pemerintahan yang ada di badan legislatif (pembuat undang-undang) yang dipilih oleh rakyat dalam merancang dan membuat undang-undang harus sesuai dengan aspirasi seluruh rakyat. Demikian juga badan eksekutif (pelaksana undang-undang) yang juga dipilih oleh oleh rakyat harus melaksanakan ketentuan yang ada di undang-undang untuk kepentingan rakyat banyak. Jika penyelenggara Negara dalam menerapkan kebijakannya tidak sesuai dengan keinginan rakyat atau bertentangan dengan keinginan rakyat banyak, maka mereka harus siap dikritik dan ditolak dengan berbagai cara yang dilakukan oleh rakyat. Cara penolakan atau kritik tersebut bisa melalui unjuk rasa atau protes dengan mendatangi lembaga perwakilan rakyat atau melalui tulisan baik di mass media cetak atau media elektronik.
Pengertian Kedaulatan Keluar dan Kedalam
Ø  Kedaulatan kedalam artinya pemerintah (negara) mempunyai kekuasaan untuk mengatur kehidupan negara melalui lembaga negara atau alat perlengkapan negara yang diperlukan untuk itu. Kedaulatan kedalam nampak pada tujuan negara seperti yang ada dalam pembukaan UUD 1945, sebagai berikut:
o   Melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia.
o   Memajukan kesejahteraan umum.
o   Mencerdaskan kehidupan bangsa
o   Ikut serta melaksanakan ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan perdamaian abadi dan kedilan sosial
Dari penjelasan tentang kedaulatan kedalam dapat disimpulkan bahwa, Negara Indonesia memiliki kekuasaan untuk mengatur kehidupan rakyat Indonesia, menyejahterakan rakyat Indonesia, dengan segenap kemampuannya tanpa campur tangan negara lain. Misalnya menentukan pendidikan yang cocok untuk bangsa Indonesia, ekonomi, politik yang cocok untuk bangsa Indonesia, dan lainya.

Ø  Kedaulatan keluar mengandung pengertian kekuasaan untuk mengadakan hubungan atau kerjasama dengan negara lain. Hubungan dan kerjasama ini tentu saja untuk kepentingan nasional. Ini berarti pula bahwa negara Indonesia mempunyai kedudukan yang sederajat dengan negara lain. Kedaulatan keluar ini nampak pada Pembukaan UUD 1945 dan pasal-pasal UUD 1945, yaitu:
o   Ikut melaksanakan ketertiban dunia, berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial
o   Pasal 11 ayat (1), berbunyi : Presiden dengan persetujuan DPR menyatakan perang, membuat perdamaian, dan perjanjian dengan negara lain.
o   Pasal 13 ayat (1), berbunyi : Presiden mengangkat duta dan konsul
Macam – Macam Kedaulatan
Dalam menjalankan kekuasaannya, setiap negara mempunyai cara-cara yang berbeda. Oleh sebab itu, kedaulatan suatu negara juga ada bermacam-macam. Di bawah ini akan dibahas beberapa teori kedaulatan :
v Kedaulatan Tuhan
Menurut teori ini, kedaulatan berasal dari Tuhan yang diberikan kepada raja atau penguasa. Karena kehendak Tuhan menjelma ke dalam diri raja atau penguasa, maka seorang raja dianggap sebagai utusan Tuhan atau wakil Tuhan (titisan dewa). Segala peraturan yang dijalankan oleh penguasa bersumber dari Tuhan, oleh sebab itu rakyat harus patuh dan tunduk kepada perintah penguasa. Penganut paham ini adalah Agustinus, Thomas Aquinas, Marsillius, dan F.J. Stahl. Teori kedaulatan Tuhan pernah diterapkan di Ethiopia pada masa Raja Haile Selassi, Belanda, dan Jepang pada masa Kaisar Tenno Heika.
v Kedaulatan Raja
Kedaulatan suatu negara terletak di tangan raja, karena raja merupakan penjelmaan kehendak Tuhan dan juga bayangan dari Tuhan. Agar negara kuat dan kokoh, seorang raja harus mempunyai kekuasaanyang kuat dan tidakterbatas sehingga rakyat harus re1a menyerahkan hak-haknya dan kekuasaannya kepada raja. Tokoh-tokoh yang mempunyai paham kedaulatan raja adalah Niccolo Machiavelli, Jean Bodin, Thomas Hobbes dan F. Hegel. teori ini pernah diterapkan di Perancis pada masa Raja Louis XIV. Pada zaman modern model kekuasaan ini telah ditinggalkan negara-negara di dunia, karena kedaulatan raja cenderung menciptakan kekuasaan yang tidak terbatas (absolut), sewenang-wenang dan otoriter.
v Kedaulatan Negara
Berdasarkan teori ini kekuasaan pemerintahan bersumber dari kedaulatan negara. Karena sumber kedaulatan dari negara, maka negara dianggap memiliki kekuasaan yang tidak terbatas, dan kekuasaan itu diserahkan kepada raja atas nama negara. Negara berhak untuk membuat aturan hukum, oleh sebab itu negara tidak wajib tunduk kerada hukum. Penganut teori kedaulatan negara adalah George Jellinek dan Paul Laband. Teori kedaulatan ini pernah diberlakukan Rusia pada masa kekuasaan Tsar dan Jerman pada masa Hitler, serta Italia pada saat Mussolini berkuasa.
v Kedaulatan Hukum
Menurut teori ini kekuasaan hukum (rechts souvereiniteit) merupakan kekuasaan tertinggi. Kekuasaan negara harus bersumber pada hukum, sedangkan hukum bersumber pada rasa keadilan pan kesadaran hukum. Berdasarkan teori ini suatu negara diharapkan menjadi negara hukum, artinya semua tindakan penyelenggara negara dan rakyat harus berdasarkan hukum yang berlaku. Penganut tecri ini adalah H. Krabbe, Immanuel Kant, dan Kranenburg. Sebagian besar negara-negara di Eropa dan Amerika menggunakan tecri kedaulatan hukum.
v Kedaulatan Rakyat
Teori kedaulatan rakyat menyatakan bahwa kekuasaan tertinggi berada di tangan rakyat. Rakyat memberikan kekuasaannya kepada penguasa untuk menjalankan pemerintahan melalui sebuah perjanjian yang disebut kontrak social. Penguasa negara dipilih dan ditentukan atas kehendak rakyat melalui perwakilan yang duduk dalam pemerintahan. Demikian pula sebaliknya, penguasa negara harus mengakui dan melindungi hak-hak rakyat serta menjalankan pemerintahan berdasarkan aspirasi rakyat. Apabila penguasa negara tidak dapat menjamin hak-hak rakyat dan tidak bisa memenuhi aspirasi rakyat, maka rakyat dapat mengganti penguasa tersebut dengan penguasa yang baru. Penganut teori ini adalah Solon, John Locke, Montesquieu dan J.J. Rousseau. Teori kedaulatan rakyat hampir diterapkan di seluruh dunia, namun pelaksanaannya tergantung pada rezim yang berkuasa, ideologi dan kebudayaan masing – masing negara.
Sifat – Sifat Kedaulatan
Kedaulatan memiliki empat sifat dasar yaitu permanen, asli, bulat (tidak dapat dibagi-bagi) , dan tidak terbatas.
§  Kedaulatan bersifat permanen memiliki arti bahwa kedaulatan itu akan tetap ada selama negara tetap berdiri.
§  Kedaulatan bersifat asli memiliki arti bahwa kedaulatan itu tidakberasal dari kekuasaan itu tidak berasal dari kekuasaan lain yang lebih tinggi.
§  Kedaulatan bersifat bulat (tidak dapt dibagi-bagi) memiliki arti bahwa kekuasaan itu meruapakan satu-satunya kekuasaan tertinggi dalam negara dan tidak dapat diserahkan dan dibagi-bagikan kepada bada-badan lain.

§  Kedaulatan bersifat tidak terbatas memilikui arti bahwa kedaulatan itu tidak dibatasi oleh siapapun atau kekuasaan apapun.